Allah memang maha penyayang. di saat aku sedang tidakberdaya, putus asa, disaat aku disadarkan dengan ketidakmampuanku menguasai “wilayah” yang seharusnya kukuasai saat ini. Dia bukannya mengirimkan orang untuk menghiburku, mempertegap langkahku, malah justru sebaliknya ! Allah mengirimkan orang yang malah harus kukuatkan dan kucerahkan hidupnya.
kemaren ada seorang temen yang bilang bahwa, ada orang yang ingin konsultasi ama gw tentang gangguna mood yang selama ini dideritanya. keluhannya cuman satu dia tidak bisa menikmati kesenangan, kehilangan arti dan makna hidup!
setelah perkenalan dan mengindetifikasi masalah, (jangan dianggap ini proses konseling individu) hal yang paling mencengangkan adalah tidak ada faktor apapun yang melatarbelakangi kondisi klien ini. tidak ada kejadian besar yang dialaminya yang mungkin bisa menggoncangkan hidupnya. dari informasi keluarga juga demikian. klien merasakan keadaannya ini, baru empat bulan terakhir. selain tidak bisa berekspresi dia juga tidak ada merasakan apapaun yang bisa membutnya senang. anehnya orang ini bisa merasakan kesedihan. bingung ga gw??
keluhan yang berhasil terungkap; gangguan tidur (terlalu sedikit), gangguan makan (akibat dari bau-bauan yang terlalu menyengat, truz pusing selera makan hilang katanya) merasa tidak bermakna, tidak berarti, suka melamun apabila dibiarkan sendiri (dalam arti tidak diajak mengobrol) dan yang paling parah tidak bisa menikmati kesenangan.
dia sendiri secara psikis baik-baik aja dalam penilaianku proses mentalnya (berfikir, merasa dan berprilaku) oke-oke saja. ini didasarkan dari kemampuan dia masih bisa beraktifitas sehari-hari (kumpulan Rt dan mengajar mata pelajaran matematika tingkat SMP). aku masih saja dibingungkan dengan kondisinya yang menolak menikmati kesenangan dan berbahagia (muka tanpa ekspresi sama sekali, tidak ada apapun disana)
semakin gw bingung, mungkin gejala psikis yang tampil ini dampak dari kondisi biologis dia, mungkin juga syaraf tertentu ada yang mengalami gangguan. karena dia sendiri sadar betul bahwa dia memiliki masalah dan butuh orang lain untuk membantu menyelesaikan masalahnya.
dia menyadari tidak bisa merasakan enjoy dan mood. dan ingin kembali seperti sediakala, masyaAllah dalam hatiku orang ini tersiksa banget berarti, kemungkinan kedua ada masalah intern yang tidak bisa diceritakan kepadaku. sehingga alam bawah sadarnya menonaktifkan keinginannya untuk senang-senang sebagai hukuman kepada diri sendiri karena tidak mampu menguasai apa yang seharusnya dikuasai, gw hanya nyaranin untuk memeriksakan diri ke ahli syaraf. dan memberikan anjuran kepada orang dekat untuk tidak membiarkan sendirian, memberikan penilaiaan positif kepad klien, memperkuat kondisi mental dengan mengintensifkan beribadah, karena gama mungkin bisa memberikan ketenagan. hal lai yang kusarankan adalah aktif di kegiatan komunitas serta berolahraga.dalam hatiku, bagaimana mungkin aku bisa mengembalikan makna hidupnya. bukankah hanya orang yang memiliki yang bisa memberi, sedang aku tidak memilikinya.
masyaAllah jangan ambil rasa senangku.





27 October 2008 at 20:36
terkadang kita memang bisa menjadi penguat untuk orang lain… disaat kita lemah sekalipun